Potensi Bahaya Lalu Lintas di Depan Samsat Amurang, Material Bekas Tabrakan Dibiarkan Berserakan

MINSEL, Inspirasisulut.com — Bekas tiang lampu jalan dan pecahan kanstein yang berada di marka Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Pondang, Kabupaten Minahasa Selatan, tepat di depan kantor Samsat Amurang, dikeluhkan warga karena berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Material berupa pecahan beton dan kanstein tampak dibiarkan menumpuk di sisi kanan jalan hingga memakan ruang sekitar satu meter dari badan jalan. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak insiden tabrakan yang terjadi kemari dini hari.

Menurut keterangan warga, kerusakan pada kanstein dan tiang lampu jalan itu diakibatkan oleh sebuah mobil tronton berwarna oranye bermuatan semen Conch yang menghantam marka jalan pada sekitar pukul 02.00 dini hari.

“Saat itu sekitar dini hari kemarin, kejadian tabrakan marka jalan oleh mobil bermuatan semen Conch,” ungkap seorang warga yang menyaksikan kondisi pasca-kejadian.

Setelah insiden, sebuah kendaraan lain yang diduga rekan dari sopir tronton datang dan menarik kendaraan tersebut. Namun usai ditarik, sopir tronton tidak kembali ke lokasi untuk membersihkan material yang berserakan.

“Setelah mobil itu ditarik temannya langsung jalan terus dan tidak balik lagi. Material batu pecahan kanstein dan beton besar dibiarkan berserakan di jalan,” tutur warga lainnya.

Warga mengaku sempat mengira pihak sopir akan kembali untuk mengangkat material tersebut. Namun hingga kini, pecahan beton besar masih berada di pinggir jalan dan sebagian sebelumnya bahkan berserakan hingga ke tengah jalan.

“Ini sangat membahayakan pengguna jalan lain. Dengan inisiatif, anak saya mengangkat pecahan beton dan material lain yang berhamburan hingga ke tengah jalan. Tapi beton besar dan material lainnya masih di pinggir taman,” tambah warga.

Masyarakat berharap ada tanggung jawab dari pihak sopir maupun perusahaan terkait, dalam hal ini PT Conch Cement Indonesia, untuk segera membersihkan material dan memperbaiki kerusakan pada marka jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan.

Pemerintah setempat dan pihak terkait diharapkan turut turun tangan agar kondisi jalan kembali aman digunakan oleh para pengendara.

(sivriet)